Gereja Tua “SYALOM” Tumatangtang

3
318

Gereja Tua “SYALOM” Tumatangtang

 Jenis : Gedung Peribadatan

Periode / Tahun : 1850

Keletakan :

– Jalan : Jl. Raya Tomohon

– Dusun / Kampung : Kelurahan Tumatangtang

– Kecamatan : Tomohon Selatan

– Kota : Kota Tomohon

– Provinsi : Sulawesi Utara

– Astronomis : 01 0 17.842 ‘ LU ; 124 0 49.389 BT ;

Sejarah

Gedung Gereja ini dibangun tahun 1850 oleh Misionaris Nederlandsche Zendeling Genotschaap (NZG) Nicolaas Philip Wilken. Setelah beberapa waktu gedung ini berubang fungsi menjadi Rumah Kediaman Residen Manado yang waktu itu dijabat oleh Residen A.F.J. Jansen dan oleh Misionaris NZG lainnya. Nicolas Graftland (Seorang Tokoh Pendidikan)n mengembalikan fungsi gedung menjadi tempat peribadatan (gereja).

Deskripsi

Gedung ini dibangun dengan arsitektur Belanda. Dindingnya terdiri dari bambu anyam dilapisi beton dan tiang-tiang peyangga terdiri dari kayu. atapnya terbuat dari seng (aslinya sirap) dan plafonnya dari bahan handboard. Gedung ini 90% masih asli dan belum pernah dipugar, kecuali bagian atap. Di dala gedung terdapat 1 (satu) buah lonceng dan 2 (dua) buah lampu terbuat dari kuningan.

Luas Bangunan : 24 x 12 meter

Luas Lahan : 50 x 40 meter

Status Kepemilikan : Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM)

Pengelola : Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Tumatangtang

Batas-batas :

– Utara : Jalan Kelurahan

– Timur : Jalan Raya Tomohon – Sonder

– Selatan : Jalan Kelurahan

– Barat : Jalan Kelurahan

 

3 COMMENTS

  1. Cerita sejarahnya tidak benar demikian. Gedung ini dibangun oleh masyarakat atas perintah Kepala Distrik Mayoor Herman Carl Waworoentoe untuk Loji (pasanggrahan), tempat pejabat menginap. Ketika Residen A.J.F.Jansen berkunjung, ia memerintahkan Loji dipakai gereja, sebab Sarongsong dekat Tomohon. Jadi pejabat yang berkunjung cukup menginap di Tomohon.

Leave a Reply