DIALOG BUDAYA

0
96

Bertempat di Aula Happy Lyste Kakaskasen Satu, Kamis 02 Agustus 2012 Balai Pelesatarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado melaksanakan kegiatan Dialog Budaya. ’maksud diadakannya dialog ini adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan TIFF (Tomohon International Flower Festival yang akan digelar 8-12 Agustus nanti, dan sebagai tujuan kegiatan ini adalah dengan diadakannya Festival bunga dapat menumbuhkan dan mengembangkan budaya Tombulu yang merupakan salah satu sub etnis Minahasa di tingkat Nasional dan Internasional, demikian laporan yang disampaikan oleh Ketua Panitia. Tema dalam dialog budaya ini adalah “ Festival bunga sebagai salah satu bentuk industri budaya”. Diselah-selah Dialog, Walikota Tomohon Jimmy F. Eman, SE,Ak memaparkan bahwa persoalan kebudayaan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan. Kebudayaan terkait dengan persoalan karakter dan mental bangsa yang menentukan keberhasilan pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Tomohon, ujar Eman. Beliau pun mengaharapkan dengan adanya dialog ini dapat memberikan pemahaman kultural bahwa pelaksanaan TIFF bukanlah sekedar sebuah acara penuh kemegahan, tetapi dibalik itu adalah eksistensi sebuah “ Industri budaya dan industri kreatif” yang akan mendatangkan keuntungan materil maupun non materil bagi para pendukung kebudayaan khususnya budaya Tombulu sebagai peluang berkreasi, tutupnya.Dibagian lain Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado Drs. Rusli Manorek mengungkapkan bahwa gambaran tentang kegiatan festival sebagai salah satu wujud “ industri budaya” serta bagaimana pelaksanaannya diberbagai kebudayaan, demikian pula kegiatan festival tidak hanya ditemukan dalam kebudayaan modern melainkan juga ditemukan dikalangan komunitas etnis dan bahkan pada masanya merupakan bagian dari ritus yang ada dalam siklus kehidupan manusia. Hadir sebagai peserta – budayawan, budayawati, unsur dekorator, patani bunga, pemilik toko bunga, para aparat dan tokoh-tokoh masyarakat. Sebagai narasumber – pastor DR. Paul Reinwarim, Pdt.DR. Richard Siwu dan Drs. Alex Ulaen, DEA.

Leave a Reply